Analysis of The Development Strategy of The Nosarara Nosabatutu Peace Monument Tourist Attraction in Tondo Village, Palu City
DOI:
https://doi.org/10.67740/geoeconomics.v1i2.32Kata Kunci:
Internal-external factors, Peace Monument, SWOT analysis, Tourism developmentAbstrak
The tourism sector is one of the potential drivers of the regional economy that is worth developing. The Nosarara Nosabatutu Peace Monument tourist attraction in Tondo Village, Palu City, is a destination that portrays the cultural and religious diversity of Indonesia, with the number of tourist visits recorded at 731 people and the highest visits occurring in January and October. This study aims to identify internal and external factors and to formulate a development strategy for the attraction. The study uses a qualitative method with SWOT analysis through the Internal Strategy Factors Analysis Summary (IFAS) matrix and the External Strategy Factors Analysis Summary (EFAS) matrix. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires directed at informants selected by purposive sampling, namely managers and tourists. The analysis shows a total IFAS score of 3.04 with a strengths-weaknesses difference of 1.72, and a total EFAS score of 2.82 with an opportunities-threats difference of 1.62. The coordinate point (1.72; 1.62) is located in Quadrant I of the SWOT diagram, so that the most appropriate strategy is an aggressive strategy or a Strengths-Opportunities (SO) strategy, namely leveraging strengths to seize opportunities through the improvement of area management and service quality as well as increased government support in the form of providing facilities and infrastructure and pleasant spatial arrangement. These findings are expected to serve as input for the regional government and managers in the development of tourism in Palu City.
Referensi
Andrasmoro, D., & Nurekawati, E. E. (2018). Studi geografi sebagai pendukung daya tarik wisata waterfront city di Kota Pontianak. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP, 235–243.
Angga, R. (2013). Strategi pengembangan obyek wisata Waduk Gunung Rowo Indah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati. Economics Development Analysis Journal, 2(3).
Arlini, L. (2021). Dampak pembangunan tempat wisata baru terhadap kehidupan. Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis, 6(1), 49–60.
Dipayana, A., & Sunarta, I. N. (2015). Dampak pariwisata terhadap alih fungsi lahan di Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung (Studi sosial-budaya). Jurnal Destinasi Pariwisata, 3(2), 58–66.
Fahmi, I. (2013). Manajemen strategis: Teori dan aplikasi. Alfabeta.
Giantari, K. (2020). Strategi pengembangan objek wisata air panas di Desa Marobo, Kabupaten Bobonaro, Timor. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 9(1).
Hardjati, S., & Rusdiana, E. (2019). Pengembangan destinasi wisata mangrove Wonorejo di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Public Administration Journal of Research, 1(1), 74–85. https://doi.org/10.33005/paj.v1i1.10.
Hudiattama. (2020). Pengembangan objek wisata Tugu Khatulistiwa untuk meningkatkan daya tarik wisatawan di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Administrasi Negara.
Indonesiani, D. Y. R. (2015). Analisis pengembangan objek wisata Tanjung Karang di Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Katalogis, 3(7), 103–112.
Kodyat, H. (1996). Sejarah pariwisata dan perkembangannya di Indonesia. Grasindo.
Nawangsari, E. D. (2018). Pariwisata dan wisata alam. Jakarta.
Nisak, Z. (2013). Analisis SWOT untuk menentukan strategi kompetitif. Jurnal Ekbis, 9(2), 468–476.
Pratama, Y. I. (2016). Konsep pengembangan kawasan pariwisata terpadu di Kecamatan Batu Kota Batu [Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].
Rafiqi, F. (2021). Strategi pengembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam masa pandemi Covid-19 di Kota Banda Aceh. Jurnal IPDN, 1–14. http://eprints.ipdn.ac.id/6352/.
Rangkuti, F. (2003). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Gramedia Pustaka Utama.
Riantoro, D., & Aninam, J. (2021). Analisis SWOT untuk strategi pengembangan objek wisata hutan bakau Kormun Wasidori Arfai di Manokwari. Lensa Ekonomi, 15(1), 15–32. https://doi.org/10.30862/lensa.v15i01.146.
Riska, & Sri. (2009). Strategi pengembangan pariwisata di sepanjang Sungai Kapuas Kota Pontianak. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota.
Sastrawati, I. (2003). Prinsip perancangan kawasan tepi air (Kasus: Kawasan Tanjung Bunga). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 14(3), 95–117.
Silalahi, U. (2009). Metode penelitian sosial. Refika Aditama.
Suarto, E. (2017). Pengembangan objek wisata berbasis analisis SWOT. Jurnal Spasial, 3(1), 19–24. https://doi.org/10.22202/js.v3i1.1597.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukirno, S. (2007). Analisis supply and demand objek wisata alam Indonesia. Rajawali Pers.
Suwantoro, G. (2002). Dasar-dasar pariwisata (Ed. 1). Andi.
Wardiyanta. (2006). Metode penelitian pariwisata. Andi.
Yoeti, O. A. (2013). Pemasaran pariwisata. Angkasa.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rifa Intan, Farida Milias Tuty, Haerul Anam (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
